Pronojiwo – Kab Lumajang, 27 Februari 2026 – Mengawali bulan suci dengan penuh keberkahan, sekolah kita sukses menggelar rangkaian kegiatan Pondok Ramadan bertajuk “Semarak Ramadan”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Februari 2026 ini, diikuti oleh seluruh siswa dengan pembagian jadwal satu hari per jenjang kelas.
Jadwal Pelaksanaan
Pihak sekolah mengatur jadwal secara bergantian agar kegiatan berlangsung lebih khidmat dan fokus:
-
25 Februari: Khusus Kelas XII
-
26 Februari: Khusus Kelas XI
-
27 Februari: Khusus Kelas X
Mengacu pada Pedoman “PAIS Love” Kemenag
Tahun ini, Pondok Ramadan tidak hanya sekadar rutinitas tahunan. Seluruh kegiatan disusun berdasarkan pedoman dari Kemenag mengenai PAIS Love, yang mencakup delapan pilar utama pembentukan karakter siswa:
-
Cinta Puasa Ramadan: Siswa diajak untuk disiplin memantau ibadah harian melalui pemeriksaan jurnal puasa.
-
Cinta Mengaji: Gemuruh ayat suci terdengar di koridor sekolah melalui kegiatan tadarus dan talaqqi Al-Qur’an secara klasikal.
-
Cinta Menulis: Mengasah ketelatenan dengan menulis ayat-ayat suci Al-Qur’an di dalam kelas masing-masing.
-
Cinta Ilmu: Pendalaman materi agama yang komprehensif, mulai dari kajian kitab kuning hingga pembahasan rukun agama, tata cara puasa, tarawih, zakat, hingga salat Idulfitri.
-
Cinta Rasul: Memperbanyak selawat dan mempertebal spiritualitas melalui sesi istigasah bersama.
-
Cinta Pondok: Merasakan atmosfer pesantren dengan menjadi “santri sehari” yang dipenuhi dengan kegiatan islami yang intensif.
-
Cinta Lingkungan: Sebagai kegiatan pra-Ramadan, siswa melakukan aksi bersih-bersih masjid dan lingkungan sekitar sekolah untuk memastikan ibadah dilakukan di tempat yang suci dan nyaman.
-
Cinta Indonesia (NKRI): Menanamkan jiwa nasionalisme meski dalam suasana religi, ditutup dengan pemutaran lagu wajib nasional setiap jam pulang sekolah.
Pesan Kepala Sekolah
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan ritual dan sosial.
“Pondok Ramadan ini adalah momentum untuk menempa diri. Harapan lembaga adalah agar nilai-nilai ibadah, kedisiplinan, dan ritual keagamaan yang kita lakukan hari ini tidak berhenti saat Ramadan usai, melainkan terus berlanjut dan menjadi bagian dari karakter sehari-hari siswa di luar sekolah,” ujarnya.
Tujuan utama dari rangkaian kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu di bulan suci. Lembaga menekankan bahwa nilai-nilai ibadah dan ritual keagamaan yang telah dilatih harus tetap berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, meskipun bulan Ramadan nantinya telah usai. Dengan berakhirnya kegiatan pada hari ketiga ini, diharapkan seluruh siswa membawa pulang bekal spiritual yang kuat untuk diterapkan sepanjang tahun.




